Tampilkan postingan dengan label Love Is Blind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love Is Blind. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Juli 17, 2010

Love is Blind Part.6

Love is Blind Part 6/6

-Pertunangan Ai dan Lando-

“Kenapa sih ma harus rapi-rapi segala? Biasanya tiap selamatan juga nggak gini-gini amat!” protes Ai
“Udah, ikutin aja apa kata mama. Ini selamatannya beda tau!” balas mama Ai
Ai mengikuti saja meskipun tidak tau apa-apa. Memang dasarnya Ai yang super tomboy dan gak bisa dandan, paling juga cuma memakai atasan kemeja, bawah jeans dan rambutnya dikuncir, mukanyapun polos tanpa make up. Persis seperti orang mau naik gunung. Tapi mamanya marah-marah melihat Ai seperti itu, mamanya lalu mendandaninya dengan sedikit make-up dan merapikan rambut hitamnya, bajunya pun dirubah menjadi gaun dan memakaikannya high heels. Sekalipun tidak mewah, tapi cukup pantas untuk ke pesta. Benar-benar beda dengan Ai yang biasanya. Ai terlihat risih dengan semua ini.
“Mama apaan sih? Udah tau Ai gak suka kayak gini, masih dipakein beginian. Apa juga ini lip-gloss?” protes Ai sambil mengusap bibirnya
“Eh…jangan diilangin. Udah nurut aja sama mama kalau gak mau malu!” perintah mamanya.
“Emang Ai mau mama kirim kemana sih pake suruh dandan segala?” tanya Ai geregetan karena ia merasa dikerjai mamanya.
“Udah diem!” balas mama Ai
Mama, Papa dan Adik Ai pun tak kalah rapi, bukan seperti orang mau selamatan malah mirip satu keluarga yang mau menghadiri pesta pernikahan. Pukul 19.00 wib, tapi tamu yang katanya mau selamatan tak kunjung datang. Ai semakin curiga. Ada apa sebenarnya? Ia mencoba menelphone Lando untuk bercerita.
“Kenapa sih Ai? Udah kangen gak denger suara gue sehari ini?” tanya Lando santai
“Ini ni, gue bingung. Bokap-nyokap gue aneh. Masa’ gue didandanin kayak badut ancol gini. Suruh pake gaun sama high heels pula. Udah tau gue nggak suka tetep dipaksa. Gue tanya mau kemana eh nggak dijawab. Aneh kan?” cerita Ai
“Lo mau dibuang ke bawah jembatan kali!” balas Lando santai
“Ah, lo tuh. Emang nyebelin ya. Bukannya nenangin gue malah ngejekin.” Protes Ai sambil cemberut
“Tenang aja, sebentar lagi dewa penenang lo juga bakalan dateng!” balas Lando
“Dewa penenang gue? Siapa?” Tanya Ai makin penasaran.
“Hallo…Ai…hallo…suara lo nggak kedengeran, hallo…” kata Lando dan telephone pun terputus “tut…tut…tut…” bukan karena tak ada sinyal atau gangguan server, tapi Lando sengaja memutusnya.
“Kenapa sih hari ini orang-orang pada aneh semua?” pikir Ai. Ai pun berjalan menuju kolam ikan di halaman belakang rumahnya. Ia menyendiri sambil melempar kerikil kearah kolam. Sementara itu didepan rumahnya, 2 buah mobil hitam telah datang, diiringi beberapa mobil lain menyusul dibelakang. Mama, Papa dan Adik Ai menyambutnya.
“Selamat malam, bu, pak, Lando, semuanya dan ini yang kemarin SHINee ya? Mari-mari masuk!” ajak mama Ai, semua masuk kerumah dan menuju halaman samping di tepi kolam renang.
“Jadi ini Ai nya mana?” tanya papa Lando
“Agak ngambek karena gak di kasih tau mau ada apa!” jawab mama Ai sambil tertawa.
“Iya tante, apalagi tadi abis telephone aku tapi gak aku gubris!” tambah Lando sambil tertawa.
“Ma, mendingan Ai dipanggil sekarang aja deh!” pinta papa Ai, mama Ai pun berjalan memanggil Ai di halaman belakang
“Mau apa sih ma?” tanya Ai yang diseret mamanya masuk, mamanya terdiam. Begitu melihat kearah kolam renang Ai kaget setengah hidup melihat Lando beserta keluarga, apalagi ada SHINee dan banyak orang juga. Lando dan para member SHINee kaget melihat Ai yang benar-benar berbeda malam ini. Mereka tertegun sambil menelan ludah.
“Jadi kita ribet seharian ini buat nyambut cecunguk ini ma?” tanya Ai yang masih tidak digubris mamanya. Mamanya mengajak Ai berdiri disebelah Lando
“Elo, apa-apaan sih kayak gini? Ini pasti kerjaan lo. Gue stress setengah gila tau nggak!” bisik Ai pada Lando marah
“Emang lo udah gila dari dulu!” ejek Lando dengan tampangnya yang innocent
“Awas lo ya, kalau nggak didepan bokap-nyokap kita udah gue banting lo!” balas Ai marah
“Ai cantik juga ya didandanin manis gitu!” komentar Key pada member yang lain. Onew tertegun melihat Ai.
“Gag nyesel Hyung ngelepasin Ai?” tanya Jonghyun pada Onew, Onew menggeleng
“Aku kan udah punya gantinya!” balas Onew
“Tapi masih cantikan Ai tau!” komentar Jonghyun
“Emang, lebih gila Ai juga!” Onew menanggapi
“Beneran nggak nyesel?” tanya Minho
“Nggak, aku ikhlas!” jawab Onew santai. Semua tersenyum
“Jadi Ai, maaf kalau membuat kamu bingung dan kaget. Lando yang minta menyembunyikan ini dari kamu. Katanya mau ngasih surprise buat kamu.” Kata mama Lando
“Oh, nggak apa-apa tante. Ai udah biasa dikerjain sama dia!” balas Ai, “tapi Ai masih bingung, ini sebenarnya ada apa sih?” tanya Ai.
“Sebenarnya, kami datang kesini untuk melamarmu, Ai. Apa kamu mau menerima Lando sebagai calon suamimu?” tanya papa lando pada Ai
“Jiahh…. Surprise apa sih yang lo bikin, gila lo!” bisik Ai pada Lando, Lando hanya tersenyum menunggu jawaban Ai
“Bagaimana bapak, ibu? Apa bapak dan ibu mengizinkan Ai bersama Lando?” tanya mama Lando pada orang tua Ai
“Semuanya kami serahkan pada Ai sendiri!” jawab papa Ai, “bagaimana Ai, kamu menerimanya?’ tanya papa Ai
“Eh…em…A…Ai…” kata-kata Ai terpotong oleh Lando
“Nggak usah sok gagap, lo bukan Aziz kan?” kata lando pelan, Ai menginjak Lando, Lando meringis kesakitan.
“Sebenarnya, Ai mau-mau aja. Tapi, Ai masih mau kuliah om, tante. Masih banyak yang mau Ai lakukan!” kata Ai didepan semuanya
“Oh, bukan. Kami juga tau persis hal itu, begitu juga Lando, ya kan!” kata mama Lando, dan Lando mengangguk, “kami hanya ingin kalian bertunangan saja. Maklumlah, Lando kan tidak setiap hari ada disini. Jadi wajar kalau dia takut kamu diambil orang lain! Makanya dia pengen mengikat kamu dalam ikatan pertunangan.”
“Mama…” tegur Lando
“Bener kan?” tanya mamanya
“nah…ketauan kan kalo’ elo yang lebih butuh sama gue!” gurau Ai
“Seneng gue dibuat malu?” tanya lando sewot, Ai tertawa.
“Nah itu juga tante masalahnya, kalau misalnya Ai terima Lando terus dia balik lagi ke Korea. Kalau iya dia nggak ngelirik yeomja-yeomja Korea, kalau sampe’ Ai diduain gimana?” tanya Ai bergurau
“Tenang noona, biar Hyung kita yang jagain!” kata Taemin
“iya, kalau sampe’ Lando macem-macem kita siap buat nggebukin dia!” tambah Onew berapi-api
“Aha…aku punya temen yang siap bela aku. Asyik!” teriak Ai geje
“Ai, lo tuh emang pinter banget ya ngerusak suasana. Lagi serius gini lo bercanda aja!” tegur Lando
“Biarin, abis elo usil juga. Gara-gara lo juga nih gue didandanin kayak badut ancol gini!” protes Ai, semua tertawa melihat keusilan Ai dan Lando
“Pasangan yang aneh!” komentar adik Ai
“Adek, ikutan aja!” balas Lando
“Udah, serius lagi. Kalian ini bercanda terus!” papa Ai menengahi
“tadi sampe’ mana ya?” tanya mama Ai
“Tukar cincin tante!” sahut Lando innocent
“What? Kapan gue setuju mau tunangan sama lo?” tanya Ai
“Nah tadi udah bilang kan?” tanya Lando
“Ok, gue mau. Tapi abis ini lo harus bayar kebingungan gue! Atau kalau nggak, gue lempar lo kelaut!” jawab Ai
“Iya, iya nyonya Lando ku sayang!” gurau Lando
“Aaaa…oppa. Dia ngusilin aku lagi!” kata Ai manja pada anak-anak SHINee
“Nggak mau tau!” komentar Minho
“Nggak liat ah.” Tambah Taemin
“Iya sayang, ada apa?” kata Onew berlagak menelphone pacarnya
“Gag ikut-ikutan loh!” kata Key sambil menggeleng, Ai menoleh pada Jonghyun
“Iya bos, kenapa? Kita harus balik ke Jakarta ya?” Jonghyun berlagak menelphone managernya.
“Yes…gak ada yang belain. Udah terima aja takdir lo buat jadi nyonya Lando!” ejek Lando, Ai diam sambil mrengut.
“Mereka memang sama-sama aneh!” komentar mama Ai
“Iya bu, nggak bisa bayangin kalau mereka nikah nanti!” tambah mama Lando
Ai dan lando saling tukar cincin dan Lando mencium kening Ai. Mereka resmi bertunangan malam ini. Dan acara selanjutnya adalah makan-makan, beberapa tamu undangan juga ada yang berdansa. Para member SHINee mempersembahkan sebuah lagu mereka yang berjudul Romantic untuk pasangan ini. Lando dan Ai pun ikut berdansa di tepi kolam.
“Ai, kenapa gak tiap hari aja sih penampilan lo kayak gini? Lebih manis tau? Dan jujur, lo lebih cantik feminine kayak gini!” kata Lando.
“Udah dari sononya gue cantik!” balas Ai innocent
“Ye…dibilangin juga!” timpal Lando
“eh, gue jadi cewe’ tomboy dan super galak aja masih banyak yang nembak gue, banyak yang mau jadi pacar gue. Apalagi gue feminine, lo gak takut gue direbut orang?” tanya Ai
“ih pede lo!” balas Lando. “Oh ya satu lagi!”
“apa?”
“rok lo tuh kependekan!” kata Lando setelah melihat rok Ai yang beberapa centi diatas lutut.
“Beneran pendek ya?” tanya Ai sambil memegangi roknya, Lando mengangguk
“emang gak ada yang lebih panjang?” tanya Lando
“tau nih nyokap nyuruh gue make’ ini. Kalo bisa milih sih ogah gue make’!”
“iya, terus lo berubah tomboy gitu di acara kayak gini? Bisa jadi tertawaan orang lo!” balas Lando
“lagian bisa banget sih lo ngatur semuanya? Untung aja gue kemaren pulang. Coba nggak, siapa yang mau lo kasih surprise?” tanya Ai
“Gue udah perhitungkan semuanya. Sebelum gue nawarin lo buat balik bareng, gue udah nanya sama nyokap lo kapan lo pulang? Jadi semuanya gak bakalan sia-sia!” jawab Lando
“Huh…tau gini gue nggak mau pulang. Daripada lo buat gue malu didepan semua orang?”
“Jadi lo nggak mau tunangan sama gue?”
“nggak, cowo’ nyebelin!” balas Ai, tapi tiba-tiba Lando menggendongnya, “aaa… udah lepasin, turunin gue. Malu tau!”
“gue nggak bakalan nurunin elo, sebelum lo minta gue buat nurunin lo pake’ cara yang manis. Selama ini lo ngak pernah manis kan sama gue, malah suka ngrusak suasana!” pinta Lando
“Terus gue mesti apa?” tanya Ai
“Cium gue disini!”
“Ah gila lo, malu gue!”
“Yaudah, kalau nggak mau gue jeburin ke kolam nih!”
“Iya, iya. Tapi pipi aja ya!”
“Nggak, gue maunya bibir!”
“Ah…sialan lo. Nggak!” Ai tetap menolak, Lando menurunkannya
“Gimana kalau gue maksa?”
“Sekali nggak, tetep nggak!” Ai memalingkan mukanya
“Mahal banget sih?” tanya Lando
“Biarin, lo suka nyuri-nyuri juga!” balas Ai cemberut
“Iya deh sorry, sekarang jangan ngambek donk, coba lo liat gue!” pinta Lando
“Apaan sih?” tanya Ai sambil melihat kearah Lando, dan disambut ciuman bibir Lando.
Suara gemuruh tepuk tangan terdengar dari para tamu undangan. Sebenarnya para tamu itu juga terhibur pada acara ini karena tingkah Ai dan Lando yang seperti kucing dan tikus. Tapi itulah Cinta. Kalau sudah srek dihati, seburuk apapun juga tak akan terlihat. Karena Cinta yang tulus bukanlah mencintai kelebihan pasangannya, tapi bagaimana bisa mencintai kekurangan pasangan kita itu sendiri. Sekalipun jarak, ruang dan waktu mampu memisahkan raga mereka, tapi hati mereka tetap satu dalam Cinta. Cinta juga yang membuat mereka bertahan dan tetap saling percaya sampai saat ini. True love will never dies until the time is over.

*****************END******************

Love is Blind Part.5

Love is Blind Part 5/6

-Surprise untuk Shawol-

Lando menghela nafas dan mulai berteriak, “Aishiteru, I love you, wo ai ni, ich liebe dich, eo te amo, saranghaeyo, aku sayang kamu Ai, would you to be my girl?” tanya Lando, sampai semua orang dibandara melihat. “puas?”
“Lengkap amat sih?” Ai balik tanya sambil tersenyum malu
“Udah tinggal jawab iya aja susah amat!” balas Lando
“Iya, iya gue mau!” jawab Ai malu, Lando memeluknya.
“Aku nggak setuju!” terdengar suara Namja mengagetkan Ai dan Lando
“Hyung?” tanya Lando begitu melihat SHINee di hadapan mereka
“Oppa…” tambah Ai kaget
“Aku nggak setuju kalau kalian diem-diem dibelakangku seperti itu!” kata Onew
“Mianhe Hyung, tapi kami…” kata Lando terpotong
“Harusnya kalian jangan diam-diam, kita pasti izinin kok!” potong Onew
“Hyung yakin?” tanya Key yang heran Onew mau melepaskan Ai untuk Lando, Onew mengangguk
“Kenapa kamu nggak bilang Land, kalau kalian sama-sama saling suka? Tau begitu kan kami bisa mencegah Onew Hyung buat suka sama Ai!” tegur Minho
“Mianhe, aku sendiri juga nggak tau kalau Ai juga suka sama aku!” balas Lando
“Nggak tau apa sok nggak tau?” tanya Ai sinis, Lando tertawa. “Yaudah, aku pamit ya. Udah mau take off!”
“Nggak, jawab dulu pertanyaan kita!” cegah Jonghyun
“apa?” tanyaku
“Kenapa noona nggak pamitan sama kita? Kita nungguin noona tadi diasrama. Untung Onew dan Key Hyung ingat!” tanya Taemin
“Mianhe, kalau aku pamit tadi pasti kalian nggak izinin aku pulang. Apalagi key oppa, pasti nggak mau kalau yang biasanya bantuin dia masak pulang!” gurau Ai
“Kau ini tau saja Ai!” balas Key
“Ai, aku mau kasih kamu sesuatu!” Kata Onew sambil mendekat kearah Ai. Dia melepaskan gelangnya yang selama ini tak pernah dilepasnya, “tolong jagain gelang ini baik-baik. Ini gelang kesayanganku, awas sampek kenapa-kenapa!”
“Kenapa oppa memberikan ini padaku?” tanya Ai saat Onew memasang gelang-nya dipergelangan tangan Ai.
“Aku udah pernah janji sama diriku sindiri, kalau gelang ini akan kuberikan pada cinta pertamaku. Dan itu kamu!” jawab Onew sambil berbisik ditelinga Ai, dia tidak ingin menyinggung perasaan Lando. Ai mengangguk, dan untuk terakhir kalinya Onew memeluk Ai dihadapan semua orang. Lando mengangguk mengizinkannya.
Ai berjalan sendiri menuju pintu keberangkatan. Dari jauh Ai melihat Lando dan Onew saling merangkul. “Syukurlah mereka tidak bertengkar gara-gara aku. Aku bisa tenang pulang sekarang.”
*******************************
“Kenapa sih lo Ai, senyum-senyum sendiri sambil ngeliatin gelang sama kalung itu!” tanya Tessa setelah Ai kembali ke kontrakan.
“Lo kenal sama boy band SHINee kan?” Ai balik tanya
“Gue Shawol malah?” jawab Tessa
“Gelang ini dari Onew, special buat gue!” kata Ai
“Yakin lo ini dari Onew?” tanya Tessa sambil merebut gelang itu
“Nggak Cuma itu, even I got my first kiss with him. Keren kan gue?” jawab Ai bangga
“Ai, lo nggak mimpi kan?” tanya Tessa masih nggak percaya, Ai tersenyum
“kalau kalung ini, dikasih sama cowo’ gue. Nama cowo’ gue, Lando!” kata Ai lagi sambil memegangi kalung yang berliontin huruf AL itu.
“Lo udah jadian beneran sama Lando?” tanya Tessa lagi, “gue jadi pengen tau lo ngapain aja disana? Certain donk!”
Karena Tessa terus memaksanya, Ai pun menceritakan semuanya. Dengan penuh semangat dan tawa ceria Ai menceritakan apa yang baru ia alami itu. Tessa hanya gigit jari mendengar cerita Ai yang kenyataannya ia sangat dekat dengan para member SHINee.
“Pengen banget. Lo curang ah kenalan sama anak SHINee gak ngajak-ngajak gue!” protes Tessa
“Lo nggak punya tiket sih, gimana gue mau ngajak!” balas Ai senang
“Terus, kenapa bukan Onew aja yang lo pilih? Kalau gue jadi elo, gue pasti lebih milih Onew daripada Lando!”
“Memang Lando gag se-perfect Onew yang punya segalanya. Tapi Lando adalah Cinta terakhir gue. Dan Onew mungkin hanya cukup Sebagai orang yang gue kagumi. Nggak lebih dari itu!” jelas Ai mantap. “Udah sini, balikin gelang gue!” kata Ai sambil mengambil gelang Onew dari Tessa dan memakainya kembali.
Sekalipun mereka berbeda Negara, tapi Ai, Lando dan SHINee sering saling bertukar email. Kadang juga webcam. Hanya itu yang bisa mereka lakukan saat mereka merasakan kerinduan. Tapi cukup untuk bisa mengobati kerinduannya. Hari berganti minggu, bulan, musim dan Tahun. Hampir dua Tahun Lando tidak pulang ke Indonesia. Wajar saja karena setiap libur SHINee selalu banyak job manggung dan Lando Sebagai assistant manager SHINee juga harus mengikuti kemnapun mereka pergi. Sedikit guaruan saat SHINee tidak memberikan Lando libur, katanya “kita nggak rela kalau kalian berduaan disana sementara kita harus capek manggung. Nggak boleh!” begitulah kata mereka. Ai hanya tertawa mendengar ocehan mereka, terutama Jonghyun dan Key. Mereka adalah orang yang paling bawel dan suka ngomel-ngomel geje pada Ai.
Siang itu dikampus Ai sedang bercanda dengan teman-temannya. Ada Tyo juga teman SMA Ai.
“Guys, SHINee mau manggung di Indonesia loh! Tepatnya lagi di balai Sarbini!” kata Ine teman Ai
“Yakin loh SHINee mau kesini?” tanya Mery
“Yakin deh, dikasih tau kakak gue yang kerja di EO yang ngundang SHINee kesini!” jawab Ine
“tiketnya dijual bebas nggak?” tanya Igo, walaupun dia cowo’ tapi dia Shawol juga
“Itu sih gue Belum tau. Tapi yang jelas, kalau gue ketemu sama Onew gue mau meluk dia, nyium dia, dan nggak ngelepasin dia!” jawab Ine
“Cumi, lo senyum-senyum aja? Nggak heboh juga lo, bukannya elo Shawol juga? Tanya Tyo pada Ai heran.
“Ngapain gue histeris? Nggak penting, apalagi gue juga udah pernah ciuman sama Onew!” jawab Ai santai, “gue cuma seneng aja, kalau SHINee beneran ke Indonesia, berarti cowo gue pulang. Gue bisa kangen-kangenan sama dia!”
“Ah…lo pernah ciuman sama Onew? Ah boong lo!” Mery histeris
“Even, his first kiss is with me, and my first kiss also with him, keren kan gue!” balas Ai
“mimpi lo!” tegur Ine tak percaya
“yaudah nggak percaya!” balas Ai santai, Ai memang menyembunyikan kedekatannya dengan SHINee.
“apa hubungannya cowo’ lo sama SHINee?” tanya Igo
“nggak, nggak ada apa-apa.” Jawab Ai
“Iya gue inget, Lando kan…!” Ai memotong kata-kata Tyo
“Shuuuuttt…jangan diterusin. Kalau udah tau yaudah!” kata Ai sambil membekap mulut Tyo
“Eh, ada apa sih sebenernya?” tanay Mery penasaran
“Cowo’nya Ai kan tukang bersih-bersihnya SHINee!” celetuk Tyo
“Sialan lo, lo kira Lando pembantu apa?” kata Ai kesal
“Ine, emang kapan SHINee manggungnya?” tanya Igo
“5 hari lagi kayaknya. Terus masalah tiket, biasanya 1 hari sebelum konser baru diumumin, jadi siap-siap aja!” jawab Ine
Ai dan tyo pulang ke kontrakan Ai. Ai dan Tyo sudah seperti keluarga, dan semua orang kontrakan sudah mengenal Tyo. Ai, Tyo dan Tessa bercanda-canda diteras depan. Sebuah mobil Avanza hitam yang tertutup rapat kacanya berhenti tepat didepan mereka. mereka heran dan menebak-nebak siapa yang datang.
“Bokap lo Tess?” tanya Ai, ayahnya Tessa memang mempunyai mobil yang mirip seperti itu, tapi Tessa menggeleng.
Pintu mobil bagian depan sebelah kanan terbuka. Seorang cowo’ tinggi berbadan tegap, berkulit putih, dan atletis. Dia memakai kaos berkerah berwarna biru dan celana jeans, tanpa kacamata. Ai terkejut tau Lando yang keluar, dan iapun langsung berdiri menyambutnya. Tanpa banyak kata Lando langsung memeluk Ai yang masih berdiri setengah tidak percaya melihatnya disini. Sudah terlalu kangen atau ntah bagaimana. Ai pun membalas pelukannya.
“Tess, pelukan sendiri Yuk!” kata Tyo membuyarkan konsentrasi Ai dan Lando
“Yo, lo disini juga?” tanya Lando setelah merasa tersindir clotehan Tyo, Tyo mengangguk. “Ini temen lo yang waktu itu kan Ai?”
“Iya, namanya Tessa. Lo belum sempet kenal kan sama dia?” tanya Ai, Lando menyapa Tessa.
“Idih, nggak ada romantis-romantisnya sih kalian?” tanya Tyo heran karena Ai dan Lando tetap memakai kata gue elo meskipun sudah lama pacaran
“Emang romantis bisa menjamin bakalan langgeng apa?” tanya Lando sambil merangkul pundak Ai.
“Cie…omongan lo boy!” gurau Ai
“Eh iya, gue punya surprise buat kalian semua!” kata Lando
“apa?” tanya Tessa
“Tunggu sebentar ya!” kata Lando sambil berjalan menuju mobilnya. Tak berapa lama dia kembali bersama 6 orang bermantel hitam besar, lebih mirip seperti orang kutub. Tapi aneh di Jakarta berpakaian seperti itu, apa nggak panas? Ditambah lagi mereka semua memakai topi ala koboi dan kacamata kuda berwarna hitam. Ke bawah, mereka memakai celana jeans dan sepatu kulit hitam. Semua serba hitam, mirip seperti yang dipakai master Dedy Corbusier. Tak bisa membayangkan betapa panasnya.
“Makhluk planet darimana lo bawa?” tanya Ai pelan pada Lando
“Udah yuk masuk, keburu mereka kepanasan!” ajak Lando, mereka semua masuk
Enam makhluk itu terlihat kepanasan, Ai menyalakan AC untuk mendinginkan mereka. Tapi Ai tetap penasaran dengan 6 makhluk itu, kemudian ia ingat bahwa SHINee akan manggung disini.
“Buka mantel, topi sama kacamata kalian. Kalian gak bisa boongin aku!” kata Ai pada 6 orang itu.
“Enak aja nyuruh-nyuruh, emang lo kenal sama mereka?” tanya Lando sinis
“Ini SHINee sama bos kan? Biar gue tebak, dari kiri itu bos, Jonghyun oppa, Taemin, Minho oppa, Onew oppa, sama Key oppa. Ayo buka!” kata Ai. Mereka yang ketauan, membuka topi, kacamata dan mantelnya. Tessa yang juga seorang Shawol dan sangat mengidolakan Key langsung histeris dan memeluk Key.
“Ini beneran SHINee mi?” tanya Tyo yang tetap memanggil Ai cumi, Ai mengangguk. “Udah udah Tess, gue mau foto bareng sama mereka. Lo pergi gih!”
“Nggak, kita foto bareng aja! Sumpah ya, gue nggak nyangka bisa ketemu SHINee dikontrakan gue!” balas Tessa kegirangan
“harusnya lo terimakasih sama gue, kalau bukan karena cowo’ gue jadi assistant managernya SHINee kalian gak akan ketemu!” kata Ai bangga, Lando kembali merangkulnya.
“Eeiittsss…stop!” teriak Onew dan Key
“Kenapa?” tanya Lando
“Hyung, pergi nggak? Aku masih kangen sama Ai!” kata Key mengancam Lando
“Aku juga kali!” tambah Onew. Mereka berdua menyingkirkan Lando dan memeluk Ai sampai ia sesak nafas
“Huh…hah…udah donk. Aku tau aku emang ngangenin, tapi jangan kayak gini. Sesek tau!” Ai berontak, yang lain tertawa.
“Ai, kapan lo pulang?” tanya Lando
“Besok mungkin, kenapa?” Ai balik tanya
“Nggak, kalau besok mendingan bareng aja, gue juga mau pulang.” Lando menawari.
“Boleh, sekalian mau ngirit.” Balas Ai sambil tertawa
“Nggak boleh berduaan, kita berlima ikut Hyung. Biarin bos disini ngatur jadwal kita. Kita liburan dulu!” sahut Maknae
“Dasar artist kurang ajar, manager-nya suruh kerja kalian malah seneng-seneng!” protes manager SHINee
“Biarin…mumpung di Indonesia dan kita punya kenalan kita mau jalan-jalan!” tambah Jonghyun.
Esok harinya Ai, Lando dan SHINee pulang ke kampung halaman mereka. Tidak jauh, tapi cukup membuat bokong mereka semua kempes. 7jam perjalanan darat membuat mereka semua kecape’an. Hampir Maghrib mereka sampai, Lando mengantar Ai dulu pulang dan mampir sebentar dirumah. Orangtuanya sudah menunggu, mereka terkejut saat Ai pulang bersama Lando ditambah lagi bersama boy band papan atas dunia.
Tak lama setelahnya Lando dan SHINee pamit. SHINee tidur dirumah Lando untuk sementara. Esoknya, mereka memang tidak saling bertemu seharian. Terlebih Ai harus membantu mamanya masak besar hari ini. Katanya hanya untuk selamatan. Tapi Ai tidak tau selamatan apa, ia juga tidak curiga sedikitpun. Cukup melelahkan masak bermacam-macam menu seperti itu. Sorenya mama Ai memerintahkan Ai yang pada dasarnya malas berdandan untuk rapi-rapi.

Love is Blind Part.4

Love is Blind Part 4/6

-Kecemburuan Lando-

Suatu malam saat Ai masih bergelut dengan tugasnya, Lando masuk kekamar Ai sambil membawakan secangkir coklat panas untuknya.
“Belum selesai?” tanya Lando, Ai menggeleng. “nih, gue buatin coklat panas!”
“Thanks, lo tau aja gue pengen minum coklat!” kata Ai sambil mengambil secangkir coklat panas dari Lando dan meminumnya.
“Udah malem, kasian otak lo dipaksa mikir terus. Besok kan masih ada waktu!” tegur Lando
“Iya, bentar lagi juga udahan kok!” balas Ai. Lando mengacak-acak rambutnya dan tersenyum
“Jangan tidur malem-malem!” pesan Lando, dia mencium kening Ai dan keluar. Ai tersenyum kecil melihatnya keluar.
Esok paginya kembali seperti biasa, Ai menyiapkan sarapan Lando. Lalu Lando kuliah dan Ai tetap mengurung diri di apartment. Sesekali handphone-nya berdering dan anak-anak SHINee yang menelphone. Ai mengacuhkannya, karena ia tak punya cukup alasan lagi untuk tidak menemui mereka. Berat memang, ia yang sudah mulai dekat dengan mereka tiba-tiba harus pergi dari mereka. Bosan sering terlintas di otaknya, tapi demi menjaga perasaan Lando, akan ia jalani semua ini.
Suatu malam, saat Lando baru pulang Ai telah tertidur didepan laptopnya yang masih menyala. Dia masuk ke kamar Ai dan memindahkan Ai ke ranjang, Lando menyelimuti tubuh Ai, memandanginya yang tengah tertidur kemudian mencium kening Ai. Saat akan keluar dia melihat laptop Ai yang masih menyala. Niatnya mau mematikan, tapi dia melihat Ai masih membuka tugas yang ia kerjakan. Dia melihat secara detail apa yang Ai tulis dilaporannya. Dan dia tau bahwa tugas itu sudah selesai dikerjakan. Dia menutup laptop Ai dan keluar.
Pagi Ai yang ke 10 di Seoul, dan paginya ke 4 tanpa SHINee. Lando tetap mengajak Ai ke asrama, mungkin dia tau kebosanan Ai sendiri di apartment.
“Nggak ah, tugas gue Belum selesai!” Ai berbohong untuk menolak ajakannya
“Lo nggak usah bohong buat jaga perasaan gue. Gue tau tugas lo udah slesai!” Lando menegasi, Ai kaget. “Onew sakit, dia nyariin lo. Lo temuin gih, kasian dia manggil-manggil nama lo terus!”
“Onew sakit? Sakit apa?” tanya Ai khawatir
“Gak tau juga, badannya panas banget dari kemarin.” Jawab Lando
“Kenapa lo gak langsung bilang sama gue?” tanya Ai lagi
“gimana gue mau ngomong sama lo kalau lo selalu pake’ alasan tugas kampus yang sejatinya udah selesai kan? Gue nggak mungkin bisa maksa.” Lando balik tanya, Ai termenung. “cepet siap-siap, lo gak mungkin berangkat sendiri kan?”
Ai mengangguk dan berjalan kekamar untuk siap-siap. Pagi ini ia kembali menyapa SHINee, dan ingin melihat keadaan Onew. Begitu sampai didepan asrama, iapun lekas turun dan Lando memarkir mobilnya. Hari ini adalah hari libur, jadi seharian dia dan Lando bersama SHINee. Ai masuk ke asrama sedikit ragu.
“Eh, Ai. Kamu kesini juga, udah ditungguin dari kemarin!” teriak Minho begitu melihat Ai masuk, ia tersenyum. Jonghyun keluar dari kamar Onew.
“Sana samperin, hyung nyariin kamu terus.” Pinta Jonghyun
“Tunggu!” cegah Key, Ai menoleh kearahnya. “Bawa ini, dia nggak mau makan dari kemarin!” lanjut Key sambil membawakan Ai semangkuk bubur untuk Onew. Ai masuk kekamar Onew dan melihat dia tergeletak lemas diatas ranjang.
“Oppa…” panggil Ai pelan, Onew membuka matanya pelan. Ai mendekati ranjangnya perlahan dan duduk disebelahnya
“Ai, kemana aja sih nggak pernah kesini?” tanya Onew serak
“Maaf, tapi aku ada tugas jadi harus menyelesaikannya sebelum aku pulang!” jawab Ai, “oppa sakit apa sih? Membuatku kaget dan bingung aja!”
“Sengaja, biar kamu kesini!” jawab Onew cengengesan
“Ah…tau sengaja kayak gini aku nggak akan kesini!” balas Ai kesal
“Kenapa?”
“Abis aku diboongin!”
“Hehehe…aku beneran sakit tau!” gurau Onew sambil mencubit pipi Ai yang tembem, “masih mau gak peduli?”
“Ya tapi kan kalaupun oppa sakit harus makan donk! Masak nungguin aku kesini dulu makannya? Iya kalau aku masih di Seoul, kalau aku udah di Indonesia kapan sampeknya? Trus iya kalau aku punya duit mau kesini, kalo’ nggak?” cerocos Ai
“Kalau kamu nggak disini, ya aku minta yeomja lain buat nyuapin!” jawab Onew santai
“Iiigghh…udah sakit masih aja bercanda!” balas Ai, “udah ini makan!” Ai menyuapinya makan. Sedikit demi sedikit, lama-lama bubur itupun hampir habis dimakannya. Ai senang melihat Onew sudah mau makan. Hampir suapan terakhir, tiba-tiba Onew memegang tangan Ai, ia terdiam dalam tatapan mata Onew yang tajam.
“Ai, ku mohon jangan pernah tinggalkan aku lagi. Aku nggak bisa tanpa kamu!” pinta Onew, terlintas wajah Lando di otak Ai. Kembali teringat kata-katanya malam itu, “Sekalipun gue tau, Onew itu cowo’ yang baik dan pantes dapet yang terbaik, tapi gue gak mau elo orangnya. Sampai mati gue gak bakalan rela!” Kebimbangan membungkam mulutnya.
*************************
“Ai mana?” tanya Lando pada Taemin
“Dikamarnya Onew Hyung. Kenapa hyung?”
“HPnya aku bawa, mau aku balikin!” Lando berjalan mendekat ke kamar Onew.
Didalam, sekali lagi Onew mendekatkan wajahnya pada Ai yang duduk disampingnya. Ai masih saja diam membeku. Sedikit lagi dia akan mencium Ai, Lando membuka pintu dan melihat Ai hampir berciuman dengan Onew. Dia mundur dan mengurungkan niatnya untuk menemui Ai.
***************************
“Hyung, tititp HPnya Ai. Bilang sama dia aku mau keluar dulu. Kalau mau pulang suruh tungguin aku!” pesan Lando pada Key, Key mengangguk dan Lando segera keluar. Perasaannya hancur saat ini, dan dia keluar untuk meluapkan kekesalannya.
***************************
Ai sadar dari lamunannya, dan menghindari ciuman Onew. Onew kaget dan terduduk kembali diranjangnya. Mereka saling diam diatas ranjang sesaat setelah itu.
“Maaf oppa, aku nggak bisa nglakuin ini!” kata Ai menyesal dan mukanya tertunduk didepan Onew
“Kenapa? Bukankah kita juga pernah melakukannya sebelum ini?” tanya Onew penasaran
“Memang, dan aku akui aku menyukai oppa. Tapi ini nggak mungkin. Kita terlalu berbeda. Aku hanya yeomja biasa, nggak cantik, nggak pinter, aku juga nggak punya popularitas dan kaya seperti kalian. Aku nggak pantes buat oppa!” jelas Ai
“Tapi aku mencintai kamu tulus, apa adanya kamu. Aku bahkan nggak peduli orang mau berkata seperti apa?”
“Tapi aku peduli oppa, aku sangat peduli. Apalagi, aku juga gak akan selamanya disini. Sebentar lagi aku juga harus pulang ke Indonesia. Dan sejujurnya, aku nggak bisa menjalani long distance relationship. Akupun juga nggak akan pernah mau pacarku menjadi rebutan yeomja-yeomja lain. Aku belum siap semua itu!” jelas Ai panjang lebar, Onew memeluk Ai.
“Apa semua ini karena Lando? Apa kamu menyukai Lando?” tanya Onew sambil berbisik ditelinga Ai, ia terdiam. “Aku bisa merasakan bahwa Lando itu menyukaimu.”
“Maaf…” hanya itu yang bisa keluar dari mulut Ai
Onew sudah terlihat lebih baik, merekapun keluar menemui yang lain diruang tengah yang sedang bercanda-canda. Mekipun dengan baju hangatnya yang super tebal, Onew ikut bercanda bersama yang lain.
“Udah baikan aja Hyung kita ini!” goda Jonghyun
“Yaiyalah, kan udah dikasih suntikan sama Ai!” tambah Minho, Onew menjitak kepala Minho dan terlihat Minho merintih kesakitan
“Emang aku dokter apa?” tanya Ai sambil cemberut
“Ai, ini HP kamu dititipin sama Lando, dia mau keluar katanya!” kata Key sambil memberikan HP Ai
“Loh, tadi Lando Hyung gak nemuin noona?” tanya Taemin pada Ai, Ai menggeleng
“Emang Lando tadi nyariin?” tanya Ai, Taemin mengangguk
“Aku bilang noona lagi dikamar Onew Hyung. Tapi malah keluar dia!” jelas Taemin
“Apa Lando melihatku dan Onew tadi? Dia pasti sakit melihatku seperti itu!” pikir Ai dalam hati
“Lando juga pesen, kalau kamu mau pulang suruh nungguin dia dulu!” kata Key
Ai dan SHINee kembali bergurau seperti biasa, santai dan mulailah keusialan Ai dan Onew yang membuat mereka emosi. Ai hanya tertawa melihat tingkahnya, tak berapa lama Lando datang dan bergabung bersama mereka.
“Land pulang Yuk!” ajak Ai
“Kenapa pulang sih Ai? Ntar ada yang sakit lagi loh!” seloroh Jonghyun, Ai tertawa
“Kalau sakit lagi, bunuh aja daripada ngrepotin!” gurau Ai tak tanggung-tanggung, muka Onew langsung kecut.
“Hahahaha...bener. Terus kita buang ke laut!” tambah Minho, semua tertawa
“Sialan, kalian kira aku ikan apa dibunuh terus dibuang kelaut!” sahut Onew sambil tersenyum melihat Ai yang tertawa.
“Udah ah Yuk Land, pulang sekarang!” ajak Ai lagi sambil berdiri. Lando mengikutinya. Ai dan Lando berjalan keluar dan pulang.
“Tadi lo kemana? Lo pasti tadi udah liat gue sama Onew, gue minta maaf kalau gue bikin lo marah dan kecewa lagi!” kata Ai saat masih berada di dalam mobil bersama Lando
“Siapa juga yang marah? Gue nggak apa-apa. Gue udah pernah bilang kan, jangan pernah pikirin perasaan gue.” Balas Lando sambil tersenyum
“Nggak, gue paham gimana perasaan lo. Gue tau lo kecewa sama gue. Tapi satu hal yang perlu lo tau, tadi sekalipun Onew nyoba nyium gue tapi gue nggak mau. Gue masih terlalu sayang sama lo. Gue masih inget sama perasaan lo. Meskipun dulu yang pertama gue ikutin aja!” kata Ai lirih, Lando meminggirkan dan menghentikan mobilnya.
“Lo yakin nolak Onew? Gue sendiri paham apa yang lo rasain sama Onew, sebelum lo kenal dia aja lo udah suka banget. Begitu lo kenal dia, lo juga keliatan nyaman sama dia. Kenapa lo tolak sih?”
“gak usah berlaga’ bego deh, udah tau juga gue nggak bisa cinta sama cowo’ lain selain sama lo masih nyuruh gue nerima Onew!” balas Ai kesal
“Dasar cewe’ aneh!” kata Lando sambil mengacak-acak rambut Ai
“Udah lama lo nggak manggil gue gitu!” kata Ai sambil tertasenyum
“Orang se-perfect Onew kok ditolak, malah lebih milih gue. Aneh lo!”
“mungkin, gue cukup jadi fans-nya aja sama seperti cewe’-cewe’ lain. Tapi kalau lo, siapa juga yang mau ngefans sama lo?”
2 hari terakhir ini sudah kembali normal, Ai mencoba tidak canggung lagi pada Onew begitu juga Onew dia mencoba bersikap biasa dan tak pernah terjadi apa-apa. Mereka kembali sering bergurau dan bercanda, tapi Ai tetap bisa membagi waktu bersama Lando.
*****************************
“Lo nggak pamitan sama SHINee?” tanya Lando saat berada di bandara mengantar Ai akan pulang, Ai menggeleng
“ntar aja pamitannya, kalo’ udah sampai di rumah. Kalau pamit sekarang gak bakalan di izinin!” jawab Ai
******************************
Ditempat lain, asrama SHINee
******************************
“Ai kemana lagi sih? Lando juga jam segini Belum kesini!” tanya Key
“kenapa hyung?’ tanya Taemin
“Kalo gak ada Ai gak ada yang bantuin aku masak!” jawab Key
“Emang Ai tukang masak!” sahut Onew
“Eh…ada yang gak terima!” balas Minho
“Maklum, lagi kesepian tuh Ai gak kesini!” gurau Jonghyun
“Aku telephone aja ya, biar noona sama Hyung kesini.” Kata Taemin menawari
“Eh…tunggu-tunggu!” cegah Key
“Kenapa lagi eomma?” tanya Onew
“kalian inget nggak sekarang hari apa?’ tanya Key
“Selasa.” Jawab Minho
“Selasa……ya ampun ini selasa ya?” tanya Onew kaget, semua melihat Onew
“Kenapa Hyung?” tanya Jonghyun
“Ai pulang hari ini!” jawab Onew dan Key bersamaan
“Beneran?” tanya Taemin, Onew dan Key mengangguk
“Sekarang udah jam 3 sore, berarti bentar lagi dia take off. Aku mau nyusul ke Bandara, kalian ikut apa nggak?” tanya Onew
“Ikut donk hyung!” jawab Minho, Taemin, Key dan Jonghyun serempak. Mereka segera berangkat menuju bandara.
******************************
Di bandara
******************************
“Land, kalo’ ntar gue cari cowo’ lagi gak apa-apa ya?” tanya Ai
“Hah?? Terus gue gimana?” Lando balik tanya
“Terserah, lagian lo juga siapa gue?”
“Gue pacar lo!”
“Heh…pacar gue? Kapan kita jadian? Lo juga gak pernah nanya gue mau jadi pacar lo apa nggak?”
“Tapi kan lo juga bilang…”
“Sekalipun gue cinta sama lo, Belum tentu gue mau jadi pacar lo! Lo Belum pernah nanya kan?”
“Yaudah, sekarang gue tanya. Lo mau nggak jadi pacar gue?” tanya Lando dengan tampang innocent
“Nggak mau. Kurang romantis!” jawabku asal
“Ok, dengerin ya!” pinta Lando, kemudian dia berteriak di bandara, “Ai gue suka sama lo, gue Cinta sama lo. Lo mau nggak jadi pacar gue?” Ai tertawa
“Di Seoul ngomong pake’ bahasa Idonesia, mana ada orang yang tau!”
“nyusain amat sih lo, cewe’ aneh!”
“Biarin, lo juga mau sama cewe’ aneh!” balas Ai, “terus mau benerin nggak nih?”

Love is Blind Part.3


Love is Blind Part 3/6

-Antara Ai, Onew dan Lando-

Saat Key, Jonghyun dan Minho asyik dengan kegiatannya sendiri, Onew mengajak Ai berbincang di balkon asrama. Udaranya santai dan bisa menenagkan. Ai suka sekali hawa seperti ini. Mereka bercanda-canda dan saling tukar pengalaman. Seru, itulah satu kata yang bisa digambarkan saat Ai bersama dengan Onew. Ai dan Onew makin dekat setiap harinya. Begitupun dengan member yang lain. Bahkan mereka memberi Ai alamat email, face book dan twitter asli mereka untuk berkomunikasi nanti setelah Ai benar-benar pulang ke Indonesia. Diantara semua member Ai paling dekat dengan Onew dan key. Kalau sama Key wajar, karena Ai sering membantunya memasak.
Beberapa hari setelahnya, Ai tetap sering berada di asrama SHINee. Tidak ia tahu ternyata setiap satu minggu satu kali para Shawol selalu datang ke asrama dan ini adalah harinya. Saat itu Ai dan Onew sedang duduk diruang tengah memperhatikan Key dan Jonghyun bermain PS dan Minho sedang membaca tabloid. Bos pun Belum datang. Tiba-tiba pintu terbuka dan para Shawol langsung menyerbu mereka diruang tengah, Ai terdesak-desak dan minggir. Key dan Jonghyun lupa pada PS-nya, Minho melempar tabloid-nya dan Onew dikerubuti Shawol yang histeris. Dengan santai dan tampang innocent-nya, Ai mengambil stick PS dan memainkannya sendiri. Tak berapa lama terdengar suara jeritan Key diantara kerumunan yeomja-yeomja Shawol itu
“Ai…jangan dihancurin mainnya!” teriak Key
“aaarrrghh…Ai awas ya kalo’ aku sampe’ kalah dari orangnya eomma!” tambah Jonghyun tak kalah berteriak
“Iya…iya…ini cuma aku pause kok. Kalian ninggalnya dibiarin gitu aja sich!” omel Ai dengan muka cemberut
“Ai, tungguin dibalkon. Ntar kita nyusul!” teriak Onew mencoba mengamankan Ai dari kerumunan massa itu. Ai menurut dan menuju balkon sambil membawa tabloid yang Minho lempar tadi.
“Oppa, itu siapa? Kenapa kami tak pernah melihatnya disini?” tanya seorang yeomja Shawol
“Calon pacarnya Onew Hyung!” jawab Key nyeplos, Onew menijtak kepala Key, Key nyengir kesakitan
“Apaaaaaa?” tanya para yeomja itu kaget
“Itu kan bukan orang Korea oppa!” kata satu lagi dari mereka
“Memang, dia dari Indonesia.” Balas Minho
“Husss…kalian apaan sih? Pake’ dipromosiin!” tegur Onew
“Hehehe…biar semua orang tau Hyung.” Jonghyun menimpali
“Haaa…kita aja yang setiap minggu kesini tak pernah sampai seistimewa itu!” keluh seorang Shawol
“Bukan-bukan. Ai itu temennya Lando. Kenal sama Lando kan?” jelas Onew, semua mengangguk
Lama juga mereka jumpa fans sampai Ai lelah menunggu di balkon sendiri. Ai haus dan turun ke bawah mau mengambil minum. Begitu sampai tangga paling bawah ternyata para Shawol itu sudah pulang dan para oppa itu membawakannya minum dan biscuit berniat menyusul ke balkon. Ai tersenyum, dan kembali menuju balkon.
Saat mereka mengobrol, tiba-tiba Key ingat untuk masak makan siang mereka semua. Jonghyun dan Minho merapikan PS yang tadi ditinggalkannya begitu saja. Lagi-lagi Ai dan Onew dibiarkan berdua saja. Tapi Ai malah senang.
“Ai, karena nanti malam SHINee sedang kosong jadwal manggungnya, kita makan keluar Yuk!” ajak Onew sedikit malu-malu
“Kemana?” tanya Ai
“Ya, yang penting keluar. Mau? Kita berdua aja kok!” ajak Onew lagi
“Oh my god, diajakin dinner sama Onew. Mimpi apa aku semalam? The impossible thing I’ve ever heard.” Kata Ai dalam hati. Ia bingung dan sedikit malu-malu. Karena ini semua lebih dari apa yang ia harapkan, yaitu bisa bertemu Onew.
“Gimana? Mau ya!” tanya Onew, Ai mengangguk perlahan
“Yaudah, aku mau jemput Maknae, keburu telat. Kita turun Yuk, sebentar lagi Lando juga kesini!” ajak Onew. Merekapun turun dan Ai membantu Key menyiapkan makan siang. Sementara Jonghyun dan Minho masih asyik diruang tengah.
Malamnya di apartment, Ai mempersiapkan diri. Karena Ai memang tak pernah bisa dandan, jadi seadanya saja. Tetap seperti biasa tanpa ada eye shadows, lip-gloss, eye liner, blush on dan teman-temannya. Tepat pukul 8.00 p.m waktu Korea Onew menjemput Ai di apartment.
“Land, gue cabut dulu ya!” pamit Ai pada Lando
“Jangan pulang malem-malem lo!” Lando memperingatkan
“Iya!” balas Ai sambil berjalan keluar.
Ai tak tau mau diajak kemana sama Onew, “semoga saja aku yang hanya memakai celana jeans dan atasan blush ini tidak samapi saltum. Bisa malu aku dibuatnya.” Pikir Ai. Untung saja Onew juga tidak berpenampilan seperti ke pesta, jadi tidak anjlok dengan penampilan Ai yang serba biasa. Ai masuk ke dalam mobil Onew, dan Onew segera memacu mobilnya menuju sebuah restoran yang tempatnya romantis, sedikit kurang cahaya memang tapi cocok untuk pasangan yang ingin berduaan. Onew menggandeng tangan Ai dan mengajaknya masuk. Ternyata dia sudah memesan sebuah meja untuk mereka, dan mempersilahkan Ai duduk. Tak lama pelayanpun datang dan mereka memesan makanan.
“Tunggu sebentar ya!” kata Onew sambil berdiri
“Oppa mau kemana?” tanya Ai
“Surprise!” jawab Onew singkat. Kemudian ia berjalan menuju podium dan mendekati seorang pianis dan berbicara sesuatu, kemudian duduk menggantikan pianis itu dan mulai memainkan pianonya.
“sebuah lagu special, untuk wanita special!” katanya mulai menyanyikan sebuah lagu favorit Ai. Ai terharu sekaligus bahagia. Ini adalah moment paling romantis dalam hidupnya. Tak dapat dipercaya, tapi inilah adanya.
Suara tepuk tangan mengiri berakhirnya lagu yang dibawakan Onew. Ia segera kembali menemui Ai yang tengah duduk sendiri. Dan ia duduk diseberang meja Ai yang tak terlalu lebar itu.
“Oppa, bagus banget lagunya!” puji Ai
“Kamu suka?” tanya Onew, Ai mengangguk dengan muka merah
“Lagunya tadi buat siapa?” tanya Ai dengan tampang innocent
“Huh…!” Onew menghela nafas, “pake’ nanya, ya buat kamulah. Pinter banget sih kamu merusak suasana romantis!”
“Hehehe…sengaja!” balas Ai cengengesan
Suasana kembali romantis diiringi lagu-lagu classic yang dimainkan pianis. Tak berapa lama Onew memegang tangan Ai, Ai terkejut tapi mencoba menyembunyikannya.
“Ai, sebelum kamu datang, aku Belum pernah merasakan perasaan seperti ini. Selalu tersenyum sendiri saat aku mengingatmu, memikirkanmu, dan membayangkanmu. Aku tak pernah tau apa kau juga merasakannya. Tapi aku hanya ingin kau tau, bahwa aku menyukaimu.” Kata Onew serius
“Oppa…!” balas Ai kaget.
“Mungkin memang terlalu singkat untukku mengatakan ini. Tapi ini jujur, dari lubuk hatiku terdalam. Mungkin memang kamulah yang selama ini aku cari. Maukah kamu menjadi kekasihku dan mengisi hari-hariku?” tanya Onew, Ai bingung.
Memang Ai sangat mengidolakan Onew, tapi mungkin jika ia menjadi pacarnya itu terlalu berlebihan. Sudah jauh lebih dari cukup. Ai tak bisa memutuskan saat itu juga.
“Mianhe oppa, aku tak bisa menjawab itu sekarang. Tolong beri aku waktu untuk berfikir!” pinta Ai
“Aku akan menunggu, sampai kapanpun kau siap menjawabnya. Aku tidak mau memaksamu.” Jelas Onew
Mereka melanjutkan dinner yang sedikit tertunda itu. Pukul 9.30 p.m mereka keluar dari restaurant tersebut. Mereka memang langsung menuju apartment tempat Ai dan Lando tinggal. Tapi, tak lantas mereka berpisah. Mereka masih berjalan-jalan disekitar apartment. Memang tidak seromantis restaurant tadi, tapi cukup enak untuk berjalan-jalan malam hari. Masih banyak yang mereka obrolkan. Bercanda-canda, tertawa, keisengan kecilpun sering mereka buat. “Benar-benar tugas kampus yang membuatku serasa melayang saking bahagianya.” Kata Ai dalam hati. Setelah cukup lelah berjalan-jalan, Onew mengantar Ai menuju halaman depan lobby apartment. Sekedar untuk pengucapkan selamat malam. Tapi tidak, tiba-tiba dia mendekatkan badannya pada Ai. Perlahan dan terus mendekat. Jantung Ai berdegup tidak karuan. Sampai akhirnya dua bibir manusia itu menjadi satu. Tak peduli ada orang yang melihat atau tidak, tapi mereka menikmatinya. Ciuman pertama Ai yang takkan pernah ia lupakan.
Ai masuk ke apartment dan melihat jam sudah pukul 11 malam. Perlahan ia membuka pintu. Takut mengganggu Lando yang ia pikir sudah tidur karena lampu ruang tamu telah mati. Ai berjalan mengendap-endap menuju kamar, tapi tiba-tiba lampu menyala. Lando telah berdiri didepannya, terlihat air mukanya yang kesal. Tapi Ai siap menerima kemarahannya karena pulang telat. Meskipun dia hanya teman Ai, tapi ia berhak marah pada Ai, karena Ai menjadi tanggung jawabnya selama ia di Korea.
“Darimana lo?” tanya Lando sinis
“Dinner!” jawab Ai santai
“Sampai jam segini?” tanya lando lagi, Ai menunduk tak berani menatap wajahnya.
“maaf.” Kata Ai pelan
“sadar nggak sih lo, kalo lo tuh tanggung jawab gue disini. Kalau sampek lo kenapa-kenapa, gue mau ngomong apa sama bokap-nyokap lo? Please, jangan buat gue marah!” bentak Lando, Ai mundur sampai menyandar pada tembok. Mukanya masih terlihat menunduk dan menyesal telah menyusahkan Lando.
“gue udah bilang kan sama lo, jangan pulang malem-malem. Disini memang beda sama di Indonesia yang selalu dibatasi. Tapi gue peduli sama lo. Gue nggak mau lo kenapa-kenapa!” Lando masih ngomel-ngomel. Ai tetap tak berani menatap wajah Lando
“kalau gue ngomong tuh liat muka gue. Jangan nunduk aja lo! Apa?? Lo mau nangis? Nangis aja sepuasnya, gue lebih seneng liat lo nangis nyesel daripada harus ngeliat lo kenapa-kenapa diluar sana!” wajah lando memerah padam, Ai mulai meneteskan air matanya.
“Lo tau nggak kenapa gue ajak lo kesini? Bukan semata-mata karena gue pengen ngeliat lo seneng ketemu sama idola lo. Tapi gue juga pengen setiap hari berdua sama lo. Kenapa sih lo gak pernah peka sama perasaan gue?” tanya Lando marah
“Land…” kata Ai sedikit menaikkan kepala yang tadi tertunduk
“Setiap hari cuma lo lewati sama SHINee, sama Onew. Sementara gue? Lo lupain gitu aja. Tolong, hargai perasaan gue. Gue sayang sama lo, gue mau selalu berdua sama lo!” jelas Lando. “Tadinya gue pikir, dengan ngajak lo kesini walau cuma 2minggu, tapi bisa terus berdua sama lo. Ternyata gue salah. Lo lebih sering berdua sama Onew daripada sama gue.”
“Sejujurnya gue tau lo sayang sama gue.” Kata Ai pelan
“Terus, kenapa lo berbuat seperti ini? Sekalipun gue tau, Onew itu cowo’ yang baik dan pantes dapet yang terbaik, tapi gue gak mau elo orangnya. Sampai mati gue gak bakalan rela!”
Ai mengangkat kepalanya, “Ini semua karena gue nggak pernah denger langsung dari bibir lo. Gue Cuma bisa merasakan tanpa mendengar, apa salah kal…” kata-kata Ai terpotong saat bibir Lando menempel di bibirnya. Ai terbungkam, kaget. Orang yang bertahun-tahun ia sukai akhirnya bisa menyatakan perasaannya, bahkan lebih dari itu.
Seperti sebuah hayalan, Ai yang sebelumnya belum pernah merasakan ciuman seorang laki-laki, dalam waktu semalam dan jarak yang berdekatan bisa mendapat 2 ciuman dari orang yang berbeda.
Ai masuk kamar sambil menangis, Lando kembali kekamarnya. Suasana sedikit canggung dan aneh. Tak seperti biasanya yang selalu penuh tawa, senda gurau dan keisengan Ai. Malam ini ia benar-benar bingung. Antara 2 pilihan dan tak mungkin ia memilih satu dari mereka. Ai berpikir sangat keras malam ini.
Paginya, Ai mencoba bersikap biasa pada Lando. Membuatkannya sarapan dan membantunya bersih-bersih apartment (udah kayak istrinya aja). Ai harap semua bisa menjadi hangat kembali seperti hari-hari sebelum tadi malam. Ai menyapa Lando, sedikit senyum menghiasi wajahnya. Ai bersyukur, Lando masih bisa tersenyum.
“Lo gak siap-siap?” tanya Lando mencairkan suasana
“Mau kemana?” tanya Ai sok bego
“Lo nggak ke asrama?” Lando balik tanya
“Nggak, tugas gue belum selesai. Ini aja ntar kayaknya bakalan begadang!” jawab Ai sambil mengambilkan sepotong roti untuk Lando.
“Gak usah kayak gitu kali. Omongan gue semalem gak usah lo pikirin. Ayok ah, keburu siang!” ajaknya, Ai menggeleng.
“Aku tahu, Lando berbohong. Dia pasti sakit jika aku kembali ke asrama dan berdua lagi bersama Onew.” pikir Ai. “Gue beneran harus selesaiin tugas gue! Udah gih, berangkat sono!” Ai menolak Lando keluar pintu.
“yakin lo?” tanya Lando meyakinkan Ai, ia mengangguk sambil mengusirnya.
Lando berangkat kuliah sendiri. Dan Ai sekalipun suntuk di apartment sendiri, tapi mencoba menghargai perasaan Lando, Ai tak kan pernah mau melihatnya sakit karenanya. Meskipun ia harus meninggalkan SHINee, boy band yang paling ia sukai saat ini. Tapi Onew? Beberapa hari bersamanya membuat Ai merasa nyaman. Ai pun sebenarnya juga tak tega harus meninggalkannya. Ai benar-benar dalam dilemma.
Siangnya selesai kuliah, Lando pulang. Hanya sebentar untuk mengganti pakaiannya dan makan siang bersama Ai. Lalu mulailah dia bekerja untuk SHINee. Ai tetap menolak ajakan Lando untuk bertemu SHINee. Lando terlihat heran dan mencoba percaya bahwa Ai tidak apa-apa meninggalkan kebiasaannya disini.
“Sendiri Hyung?” Tanya Taemin saat melihat Lando masuk asrama sendiri
“Sehari ini Ai nggak kesini, kemana dia?” tanya Key
“iya, di telephone juga nggak diangkat!” tambah Jonghyun
“Dia nggak mau diajak kesini, katanya mau ngerjain tugas campus. Kalau udah serius dia nggak akan mau diganggu sama siapapun” Jawab Lando
“Jadi dia kesini sekaligus ada tugas?” tanya Onew penasaran
“Hyung nggak ngerti?” Lando balik tanya, Onew menggeleng
“Aku mencium aroma-aroma orang kangen disini!” celetuk Minho
“Siapa?” tanya Lando, sebenarnya dia tau tapi sok tidak tau
“Iya Hyung, siapa yang kangen?” tambah Taemin yang tidak tau apa-apa
“Ya kita lah, biasanya kan Ai suka usil disini sekarang nggak lagi!” jawab Key menutupi, semua tertawa termasuk Lando
Akhir-akhir hari ini Ai lebih sering di apartment. Sesekali Lando mengajaknya keluar saat malam, dan ia menerima ajak Lando. Tapi dia tetap merasa aneh karena Ai tak pernah mau diajak bertemu dengan SHINee akhir-akhir ini. Tiap diajak Ai selalu menggunakan alasan tugas kampus untuk menolaknya.

Love is Blind Part.2



Love is Blind Part 2/6

-Perkenalan Ai dengan member SHINee-

Malam harinya Ai berfikir keras, ia melamun didepan laptopnya yang masih terbuka. Tak berapa lama Tessa masuk kekamarnya dan menyadarkannya dari lamunan
“Ai, cowo’ tadi siang itu siapa? Ganteng banget sih!” kata Tessa sambil senyum-senyum
“Lo suka sama dia?” tanya Ai
“Menurut lo?” Tessa balik tanya sambil tersenyum-senyum sendiri
“Langkahin dulu mayat gue!” jawab Ai
“Jadi itu gebetan lo?” tanya Tessa
“Bukan, tapi calon suami gue!” jawab Ai asal
“Kasih gue aja donk, Ai. Kan masih banyak tuh yang suka sama lo. Masih ada Igo, Ryan, Tino, dan yang lainnya!” paksa Tessa sekaligus mengabsen siapa saja yang pernah dekat dengan Ai.
“Coba aja kalo lo bisa ngeduluin gue!” jawab Ai sewot
Tessa melihat tiket yang diberikan Lando itu di meja Ai dan dia mengambilnya
“Ini tiket ke Korea ya? Jahh…gaya lo mau ke Korea, kapan?” tanya Tessa
“Bukan, itu tiketnya Lando, dia ngasih itu sama gue. Tapi gue bingung, ikut apa nggak?” jawab Ai
“Kalo gue jadi lo, tanpa pikir panjang gue langsung mau. Apalagi sama cowo’ sekeren…siapa namanya? Lando ya?” tanya Tessa
“Gampang amat lo ngomong!” sahut Ai sambil mengambil tiket itu dari tangan Tessa.
“Ih, dibilangin juga!” balas Tessa sambil cemberut
Beberapa hari Ai belum bisa memutuskan untuk pergi atau tidak, sekalipun Ai sangat ingin. Tapi Ai tidak mau merepotkan Lando. Dia sudah cukup banyak menyenangkan hati Ai beberapa bulan terakhir ini. Ai terus berfikir, sampai saat ia sedang belajar di kelas, seorang dosen memberinya tugas penelitian didaerah yang belum pernah ia kunjungi. Entah dimana itu terserah. Tapi yang penting belum pernah mereka kunjungi. Teman-temannya ada yang memutuskan untuk penelitian di pulau Kalimantan dirumah saudara, ada juga yang di pulau Raas timur pulau Madura, bahkan ada yang pergi ke luar negeri untuk penelitian ini. Sempat terbersit diotak Ai untuk mengikuti ajakan Lando ke Korea. Waktu keberangkatannya pun sudah tinggal dua hari lagi. Cukup dengan waktu yang diberikan dosen yaitu selama dua minggu. Mungkin ini bisa membantu Ai menyusun tugas. Selesai pelajaran, diluar kelas Ai menelphone Lando.
“Ada apa Ai?” tanya Lando dari seberang telephone
“Em…g...gu…gue…” kata Ai terbata
“Lo kenapa? Lo hamil? Hamil anak gue?” tanya Lando asal
“Sialan lo, nyumpahin gue?” tanya Ai kesal
“Hehehe, Mianhe. Abis lo gagap gitu kayak si Aziz!” balas Lando
“kalau iya gue hamil anak lo kenapa?” Tanya Ai menanggapi
“Gue seneng banget, tapi jangan sekarang ya! Gue masih belum siap dipanggil papa!” jawab Lando sambil tertawa
“ih, ngarep lo!” balas Ai sewot
“trus, lo kenapa sebenernya?” tanya Lando serius
“Kalo gue ikut lo ke Korea, gue mau lo taruh mana? Gue kan gak punya siapa-siapa disana!” tanya Ai
“Tenang aja, itu udah gue pikirin. Kamar di apartment gue masih ada satu yang kosong. Lo bisa tidur disana!” jelas Lando
“Hah…gue seatap sama lo?” tanya Ai kaget. Tidak mungkin mereka satu atap, karena mereka bukan muhrim.
“Lo takut gue apa-apain? Gak bakalan kali. Gue masih tau agama! Lagian disana juga gak akan ada yang nanya kok. Mau lo temen gue, cewe’ gue, selingkuhan, saudara atau malah istri gue juga gak akan ada yang peduli. Santai ajalah!” jelas Lando, “jadi lo mau ikut gak? Keburu gue berangkat lagi nih!”
“Eh…iya. Tapi gue izin dulu ya sama nyokap”.
Ai pun meminta izin pada orangtuanya. Dengan alasan tugas dari campus, akhirnya mereka merelakan Ai pergi ke luar negeri untuk sementara. Apalagi setelah Ai jelaskan bahwa ia bersama Lando. Awalnya Ai kaget kenapa orangtuanya mengizinkan ia pergi bersama Lando, tapi selidik punya selidik selama Ai berada di Jakarta Lando sudah beberapa kali kerumahnya selama dia pulang. Diapun sangat dekat dengan kedua orang tua Ai. Ditambah lagi ternyata mama Lando adalah teman SMA papa Ai. Jadi mereka percayakan Ai pada Lando.
Dua hari kemudian Ai dan Lando berangkat ke Korea dari bandara Soekarno-Hatta. Suasana hati Ai senang sekali. Pertama Ai bisa ke Korea, Negara yang sangat-sangat pengen ia kunjungi. Kedua, selama kurang lebih dua minggu ia bakalan terus berdua sama Lando. Dan ketiga, Lando akan menepati janjinya untuk membawa Ai bertemu dengan Onew, idolnya. Tak dapat digambarkan betapa senangnya hati Ai saat itu. Mungkin kalau ilusi bisa terlihat, disekitarnya sudah penuh dengan bunga karena Ai memang sedang berbunga-bunga.
Beberapa jam kemudian, sampailah mereka di bandara Internasional Incheon. Lando langsung mengajak Ai menuju apartment-nya. Karena mereka datang sudah larut malam, maka mereka segera beristirahat. Sekalipun mereka satu atap, tapi mereka tidur dikamar yang terpisah. Tidak mungkin mereka tidur satu kamar, bisa-bisa kebo aja iri.
Esok paginya Lando harus kuliah, Ai menyiapkan sarapan untuknya. Sebelum dia berangkat dia berpesan agar Ai jangan kemana-mana sendiri sebelum dia pulang. Ai hanya mengiyakan. Lagipula Ai juga tak tahu apa-apa di Korea. Selama Lando kuliah, Ai membersihkan apartment-nya yang sudah ditinggakan Lando selama 3minggu. Wajarlah kalau sudah banyak debu disana-sini, walaupun ditinggal selama akhir musim dingin. Sebelum Lando pulang dia mengirim pesan singkat melalui sms pada Ai, “cepat siap-siap begitu gue sampe apartment gue mau ngajak lo ke asrama SHINee.” Ai senang bukan kepalang. Lando benar-benar menepati janjinya. Ai pun segera bersiap-siap, berdandan seadanya karena Ai memang tidak bisa berdandan layaknya gadis-gadis seusianya, ya dia gadis yang tomboy.
Begitu Lando pulang, dia langsung mengajak Ai menuju asrama SHINee. Perasaan Ai tak karuan, senang, bahagia, dan semuanya. Mukanya memerah alami tanpa polesan make up, matanya berbinar-binar, tak henti-hentinya Ai mengucapkan terima kasih pada Lando yang dengan berbaik hati mau mengajaknya.
“ceklek.” Pintu asrama dibuka Lando. (Anggap saja mereka semua bisa berbicara dengan bahasa Indonesia).
“Land, udah balik? Apa kabar?” tanya manager SHINee, bos Lando
“Baik bos, eh kenalin ini temen aku namanya Airine, tapi biasa dipanggil Ai!” Lando memperkenalkan Ai pada bosnya, “bos, anak-anak kemana?” tanya Lando, yang dimaksud anak-anak adalah member SHINee
“Jonghyun sama Minho lagi latihan di dalam, Key lagi masak, Onew lagi nyusul Maknae di sekolah!” jawab bos
“Yaudah kita masuk dulu ya, ini Ai ngefans banget sama SHINee, makanya seneng minta ampun aku ajak kesini!” jelas Lando
Lando mengajak Ai menuju ruang tengah dimana Minho dan Jonghyun sedang berlatih vocal sekaligus dance.
“Hai semua, aku pulang!” Lando menyapa Jonghyun dan Minho
“Eh Land, kapan kamu balik? Apa kabar?” tanya Jonghyun sambil merangkul Lando
“Aku baik. Kalian semua gimana selama aku tinggal?” tanya Lando lagi
“Ya seperti inilah, tetap tak ada perubahan!” jawab Minho, “eh itu yeomja siapa? Yeomja kamu ya?”
“Eh, kenalin ini temen aku. Namanya Ai!” kata Lando memperkenalkan Ai dan berbisik pada Jonghyun dan Minho, “dia ngefans banget loh sama kalian!”
“Hai Ai…!” sapa Jonghyun dan Minho bersamaan dengan ramah, Ai terpaku tak percaya melihat mereka. Biasanya Ai hanya mendengarkan suara dan melihat MV mereka dari laptopnya, sekarang bisa melihat secara langsung. Seperti mimpi.
“Loh, kok bengong?” tanya Jonghyun ramah
“A…kaget ya ketemu sama kita?” tambah Minho
“N…ne…ne…oppa. Aku kaget dan gak percaya aja bisa ketemu sama kalian!” jawab Ai
Mereka memeluk Ai dan membuat Ai percaya bahwa ini bukan mimpi. Jantung Ai berdebar tak karuan.
“Hey…ini makan siang kita udah beres. Ayo makan!” teriak Key memanggil mereka
“Key oppa?” tanya Ai, Key mengangguk
“Wah, kita kedatangan tamu istimewa ya? Kamu pasti Shawol! Selamat datang di asrama kami!” kata Key tak kalah ramah seperti Jonghyun dan Minho
“Ne oppa, aku suka banget sama lagu-lagu SHINee, MVnya juga. Pokoknya aku ngefans banget sama kalian.” jelas Ai
“eh, tapi kalo’ mau makan tunggu Onew sama Maknae dulu donk, masa’ ditinggal!” cegah bos
“Iya, palingan bentar lagi mereka sampek!” tambah Lando
“Brrreeemmmm!” suara mobil Onew memasuki garasi. Tak berapa lama Maknae masuk keruang tengah.
“Hyung…aku pulang!” kata Maknae Taemin
“Taemin?” tanya Ai
“Ne…kamu siapa?” tanya Maknae
“Temennya Lando, dia Shawol juga loh!” jelas Minho
“Ai, kenapa sama Maknae aja gak pake’ oppa? Kita kamu panggil oppa!” protes Jonghyun
“Hehehe…Taemin kan lebih muda daripada aku, oppa!” jelas Ai
“Oh……!” balas Minho, Key, Jonghyun dan Taemin bersamaan
“Oh ya, Onew oppa mana?” tanya Ai tak sabar bertemu Onew
“Sabar donk Ai, mentang-mentang Onew yang paling ditungguin gak sabar amat!” sahut Lando, Ai hanya nyegir membalas perkataan Lando
“Onew hyung lagi markir mobil. Bentar lagi juga masuk. Aku ganti baju dulu ya!” kata Taemin
Maknae-pun berjalan ke lantai atas untuk mengganti baju seragamnya. Tak berapa lama Onew pun masuk.
“Asyik…eomma udah masak. Waktunya makan!” teriak Onew sambil berlari menuju meja makan.
“Woi…tungguin maknae dulu.” Cegah Key
“Ah…eomma…”keluh Onew dengan puppy eyesnya, Ai tertawa melihat tingkah idolanya itu
“Jaga tuh kelakuan, ada yeomja masih juga slengean!” tegur bos
“Hah, yeomja? Mana?” tanya Onew dengan tampang innocent-nya. Sumpah makin ganteng kaya’ gini.
“Itu!” balas Minho sambil menunjuk kearah Ai
“Hehehe…Mianhe, gag tau…hehehe…” jelas Onew sambil nyengir-nyengir geje
“Hyung, dia itu fans berat kamu tau!” jelas Lando
“Oh ya? Ah…jadi salting nih!” balas Onew geje, “tapi kok beda sama Shawol yang lain? Biasanya rambutku udah abis nih dijambakin! Nama kamu siapa?” tanya Onew ramah sambil berjalan kearah Ai
“Airine, panggil saja Ai!” jawab Ai, “oppa ternyata benar-benar mirip sepertiku, sedikit gila dan geje!”
“Hahaha…benarkah? Jadi malu!” balas Onew yang mukanya berubah merah tiba-tiba.
“Kapan sih Hyung kamu gak malu ketemu yeomja?” sahut Key
“Ih…eomma. Aku kan lebih malu sama Ai, yang lain masih biasa aja, kalo dia ini beda!” jelas Onew
Tak berapa lama Maknae turun dan mereka makan siang bersama. Baru setelah itu Ai diajak untuk mengikuti kegiatan mereka sehari. Harus mau, karena Lando yang sebagai assistant-manager SHINee juga harus mengikuti mereka, dan Ai otomatis ikut kemana Lando pergi. Malam harinya Ai dan Lando pulang menuju apartment dan semua member SHINee kembali ke asrama.
“Hyung, kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Taemin pada Onew saat sampai di asrama
“Ah…anio. Cuma teringat Ai, asyik anaknya. Supel, usil dan gila seperti aku!” jawab Onew sambil tertawa
“Ha…jangan-jangan Hyung suka ya sama Ai?” tanya Jonghyun
“Masa’ iya?” Onew balik bertanya
“Mungkin saja, kita gak pernah lihat Hyung seperti ini sebelumnya!” jawab Key
“Aku punya ide!” teriak Minho, “sini-sini semua!”
“apa idenya?” tanya Taemin, dan semua mendekat pada Minho
“Setiap pagi, Lando kan kuliah dan kita gak ada kerjaan selama nungguin Maknae pulang. Gimana kalo’ kita minta Ai biar kesini. Dia pasti sendiri kan di apartment? Ya, sekalian ngedeketin Hyung sama Ai! Gimana?” saran Minho
“Setuju…!” teriak Taemin, Key, dan Jonghyun bersamaan
Key-pun segera menelphone Lando untuk menawari. Lando menyetujui dan tak curiga pada apapun. Saat di apartment ia menawari Ai.
“Ai, anak-anak SHINee minta, selama gue kuliah lo ke asrama mereka. Biar lo gak jenuh sendirian. Lo mau nggak? Gue sih setuju-setuju aja!” tanya Lando
“mau banget!” teriak Ai semangat
“Yaudah, besok lo berangkat bareng gue. Gue anterin lo dulu ke asrama!” balas Lando, Ai kegirangan. Ternyata tak cuma sehari Ai bisa bersama para idolanya, bahkan setiap hari selama ia di Korea. “I’m really really happy.” Kata Ai dalam hati
Esok paginya selesai bersiap-siap dan sarapan pagi, Ai dan Lando segera menuju asrama SHINee. Pagi yang cerah, jalanan sudah mulai sedikit ramai, tapi tidak sampai macet seperti di Indonesia. Jam seperti ini kata Lando, Onew sedang mengantarkan Maknae Taemin sekolah. Jadi hanya tinggal Jonghyun, Minho sama Key. Kadang juga ada bos. Tapi Onew gak lama, karena ia Cuma mengantar dan segera pulang. Sampai didepan asrama SHINee mereka bertemu mobil Onew pulang setelah mengantar Maknae Taemin. Onew pun mengajak Ai masuk, dan Lando segera berangkat kuliah.
Hati Ai semakin berbunga saja setiap hari ditemani semua member SHINee, terbersit suatu ide untuk tugas kampusnya. Tugasnya adalah mengamati kebiasaan lingkungan sekitar tempatnya berada. “Bagaimana kalau bahan penelitianku adalah SHINee? Lagian setiap hari juga aku bertemu dengan mereka.” Dan Ai putuskan untuk menjadikan kebiasaan mereka Sebagai bahan penelitian. Mulai dari Maknae yang menyeimbangkan sekolah dan jadwal manggungnya. Onew, Jonghyun, Minho dan Key yang juga menyeimbangkan jadwal kuliah dan manggungnya. Kebiasaan mereka saat menunggu Maknae pulang sekolah. Kegiatan sehari-hari mereka, semua diamati Ai. hampir bukan seperti penelitian menurutnya, karena Ai tak merasakan aura penelitian sedikitpun saking bahagianya.

Love is Blind Part.1

Love Is Blind Part 1/6

-Kedekatan Ai dan Loando-

Airine Anasthasya begitulah nama lahir gadis berambut hitam sebahu, berkulit putih dan lumayan tinggi itu, tapi semua orang lebih sering memanggilnya Ai. Dipagi yang cerah, suara burung-burung terdengar sedang bernyanyi riang Ai mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah. Ya, inilah hari terakhirnya menginjakkan kaki di bangku SMA. Ai sangat bersemangat pagi ini, wajar saja karena mungkin ini adalah terakhir kalinya ia menatap wajah teman-temannya sebelum mereka semua pergi melanjutkan study masing-masing.
Yang lebih terpenting, Ai ingin menatap wajah Lando untuk terakhir kalinya. Selama ia berada di bangku SMA, hanya Lando lah yang selalu mengisi hatinya. Namun semua itu hanya Ai sendiri yang merasakan, Lando tak pernah peduli padanya. Tapi Ai tak pernah mempermasalahkan hal itu. Dulu memang mereka sempat dekat, tapi ntah ada satu dan lain hal yang membuat mereka saling jauh. Meskipun begitu, mereka juga masih sering saling menegur saat bertemu.
Ai menaiki motornya dengan santai menuju sekolah, antara sedih dan senang sedang berkecamuk dalam fikirannya. Ia merasa senang karena hari ini ia resmi dinyatakan lulus dari SMA dan akan mendapatkan ijazah. Dan ia sedih harus berpisah dengan teman-teman yang sudah seperti saudara sendiri untuknya. Tapi inilah hidup yang harus mereka lalui, life must go on.
Mereka memuaskan diri untuk saling berfoto-foto, makan dikantin, bercanda ria, saling ejek, melepas kepenatan juga kerinduan, dan sekali lagi, untuk terakhir kalinya. Ai bercanda-canda dengan teman-temannya didepan kelas. Dari seberang Ai melihat Lando pun sedang berbincang dengan teman-temannya. Benar-benar moment terakhir yang harus mereka manfaatkan. Tapi Ai tak pernah mengucapkan “sampai jumpa” pada Lando, padahal ini adalah kesempatan terakhirnya.
Malam harinya seperti biasa Ai online face book dan email dari laptopnya. Face book hanya teman-teman barunya yang menyapa, tak ada sesuatu yang berbeda. Tapi setelah ia membuka email, Ai sedikit terhenyak pada satu nama “Orlando Demarest”. Dia mengirim email pada Ai. Sedikit rasa senang tapi lebih banyak rasa tidak percaya pada hatinya. Pesan itu berbunyi:
“Ai, kenapa tadi lo acuh sih sama gue? Padahal belum tentu abis ini lo bisa ketemu cowo’ kayak gue. Ucapin sampai jumpa juga nggak! Nggak nyesel ngacuhin gue gitu?”
“Oh my god, sesuatu hal yang belum pernah terjadi dalam hidupku. Apa maksud semua ini?” pikir Ai. Dengan tampang innocent-nya, Ai membalas email itu
“Lo sendiri juga asyik sama temen lo, gimana gue mau nyapa elo?”
Pesan terkirim, tak berapa lama Ai menerima balasannya
“Sorry, sengaja. Hehehe…eh besok gue berangkat ke Korea. Lo gak mau anterin gue?”
Ai kembali tehenyak, “Korea? Jauh sekali? Apa aku bisa bertemu dia lagi?” Ai pun membalas pesan itu lagi
“Korea? Ngapain lo kesana? Jadi TKI? Hehehe…I’m kidding!”
“Sialan lo, enak aja TKI. Gue jadi pembokat. Jahh…malah parah. Hahaha…gue mau kuliah disana!”
“Kuliah? Hua…mami. Gue pengen banget kuliah di Korea. Itu mimpi gue, kenapa lo ngeduluin gue sih?”
“Kalah start lo! Gue udah lama berburu beasiswa disana! Jadi lo mau nganterin gue berangkat gak nih?”
“Idih…siapa lo? Nggak mau! Emang lo berangkat dari bandara mana?”
“Jahh…tadi bilang gag mau sekarang tanya gue berangkat dari-mana. Dasar cewe’ aneh!”
“Lo juga nyebelin! Gue Cuma mau nanya aja tau!”
“udah ngaku aja kalo’ lo perhatian sama gue! Hehehe…”
“Apaan sih lo, bodo amat!” Ai mencoba tetap acuh, meskipun sebenarnya sangat berharap bisa mengantar Lando.
“beneran ya gak nyesel gak ketemu gue lagi! Gue berangkat dari bandara Sukarno-Hatta, sekarang aja udah ada di Tangerang.”
“Oh...yaudah!”
“Hah…gitu doank? Lo gak nanya gue berangkat jam berapa?”
“apa pentingnya? :p”
“terserah deh, yang penting lo gak nangis aja gue tinggal, hahahah…”
Ai tak membalasnya lagi. Jangankan besok, sekarang ini pun Ai telah berderai air mata setelah tahu kenyataan ini. Ai tak tahu apa yang bisa dia lakukan setelah ini tanpa Lando. Esok siangnya, ia kembali mengirim email pada Lando
“Udah sampek Korea? Majikan baru lo baik gak? Hahaha…gimana kabar Korea setelah gue tinggal 17 tahun?? Jahh…ketauan ya kalo’ gak pernah kesana. Hihihi…”
Hari kehari mereka sering saling kirim email, bercanda-canda dan seperti biasa saling ejek. Sebenarnya ini sudah cukup untuk Ai, karena Lando sudah tidak terlalu cuek lagi padanya. Sebulan, dua bulan telah berlalu. Ai pun telah sering masuk kuliah di Jakarta, disebuah universitas terkemuka di sana. Tapi tetap sepi tanpa Lando.
Awalnya Ai kira setelah kepergian Lando ia bisa menemukan yang lain yang lebih dari Lando, ternyata tidak. Hatinya tetap untuk Lando. Tak tergantikan dengan pria lain. Berkali-kali Ai mencoba membuka hatinya untuk pria lain, tapi tetap tak ada yang bisa menggantikan posisi Lando dihatinya. Yang Ai harap hanya satu, Lando juga seperti itu.
Beberapa bulan berlalu, Ai sadar Lando takkan kembali ke Indonesia dalam jangka waktu bulan. Mungkin satu Tahun, dua Tahun atau mungkin malah sampai selesai baru dia pulang. Tanggal 7 December sehari sebelum ulang Tahun Ai, Ai tak bisa tidur. Penyakit insomnianya kembali merajalela. Saat seperti itu, ia habiskan dengan online face book, twitter, dan yang lainnya sampai matanya mengantuk. Tepat pukul 00.00 tanggal 8 December email masuk ke inbox Ai. Ia membukanya, karena penasaran siapa yang memberinya ucapan selamat ulang Tahun yang pertama kali.
“Orlando Demarest” tertulis username pengirim, Ai tersenyum senang dan segera membukanya.
“haii cewe’ aneh, jelek, narsis, dan semua-muanya yang jelek ada sama lo, happy b’day yah! Jangan kangen lagi sama gue! Gue tau, gue emang ngangenin tapi jangan segitunya donk kalo’ kangen, sampe’ meluk-meluk foto gue! Hehehe…”
Ai membalasnya, “cowo’ nyebelin, super duper jelek, penakut, ngapain lo ngata-ngatain gue? Siapa bilang gue kangen sama lo. Jiahh…nggak sama sekali. Tapi thanks ya udah ucapin HBD buat gue!”
“Masih gak ngaku lagi kalo’ kangen sama gue! Padahal ngarep banget kan ketemu sama gue, ayo ngaku!”
“Eh, ada juga elo yang kangen sama gue. Pake’ ngeles!”
Ai dan Lando saling berkirim email sampai Ai tertidur dan tak membalas emailnya lagi. Esok paginya Ai kembali pada rutinitasnya, kuliah lagi kuliah lagi. Tapi Ai senang ternyata teman-temannya ingat hari ulang tahunnya.
Hari-hari Ai kembali seperti biasa yang ia isi dengan saling bertukar email dengan Lando. Tapi sudah satu minggu ini Lando tak pernah membalas email Ai. “Kemana dia? Apa sedang sibuk dengan kuliahnya? Ah mungkin saja.” Ai selalu mencoba berfikiran positive pada Lando. Sampai suatu siang Ai sedang berada di kontrakannya dan mengetik tugas-tugas dari campus. Siang itu sangat terik, ya begitulah Jakarta. Panas dan bagaikan sedang sauna jika berada diruangan tertutup tanpa celah, kipas ataupun AC. Tiba-tiba Tessa teman satu kontrakan Ai memanggilnya.
“Ai, dicari temen lo didepan!” kata Tessa
“Siapa?” tanya Ai
“Tau tuh, katanya sih temen lama lo!” jawab Tessa
“Cewe’ apa cowo’?” tanya Ai lagi
“Cowo’. Udah gih sono temuin!” jawab Tessa geram karena Ai banyak tanya
“Siapa cowo’ yang mencariku? Akhir-akhir ini aku juga tidak sedang dekat dengan cowo’ manapun. Teman lama? Siapa? Apa mungkin Tyo teman SMA-ku? Ah, tidak. Dia kan sedang pulang kampung.” Pikir Ai. Ai segera menemui tamu itu. Dia menghadap keluar pintu, dari belakang terlihat dia berbadan tegap, tinggi, berkulit putih, dan atletis. Dia memakai kemeja putih dan celana jeans, sepertinya juga berkacamata. Casual tapi tetap rapi.
“Maaf, siapa ya?” tanya Ai. Cowo’ itu membalikkan badannya, *zoom out zoom in kayak sinetron*. Ai terpaku.
“Heh, gak usah segitu herannya kali. Cewe’ aneh!” katanya sambil berjalan menuju Ai. Ai tetap mematung.
“apa iya ini Lando? Asli beda banget. Tapi kenapa dia udah pulang? Terus darimana dia tau kalau aku ngontrak disini?” tanya Ai dalam hati
“Kaget lo ngeliat gue disini?” tanya Lando sambil mencoba menyadarkan Ai dari lamunan
“Eh…em…g…gue mimpi ya?” tanya Ai terbata
“Ye…siang bolong gini mimpi. Lo pasti kaget kan gue kesini?” Lando kembali bertanya, Ai mengangguk. “Gak usah kaget gitu kali!”
“Nggak, bukannya kenapa-kenapa, tapi bukannya lo lagi di Korea?” tanya Ai
“Ada libur panjang. Biasalah libur musim dingin.” Jawabnya
“Ohh… Terus lo tau darimana kalo gue ngontrak disini?” tanya Ai lagi
“Beberapa hari yang lalu gue ketemu Tyo dirumah, jadi gue tanya aja ma dia.” Jawab Lando santai, “eh lo sama Tyo tuh satu fakultas ya?”
“Nggak, dia ambil teknik kok!” jawab Ai, “lo sendiri udah berapa lama pulang?”
“Baru seminggu!”
“Ah…jahat, email gue gak pernah dibales!” kata Ai sambil memukul bahu Lando
“Hehehe...Mianhamnida...sengaja. Gue mau buat surprise!” balas Lando
“Huh dasar!” timpal Ai, “terus balik lagi kapan?”
“Akhir bulan, ya lumayan masih lama sih!”
“Abis itu pasti lo sibuk lagi!”
“Jangankan abis libur, sekarang juga masih sibuk!”
“Jahh…Gaya lo sibuk! Sibuk apaan coba?”
“Sibuk persiapan.”
“Buat apa?” tanya Ai sambil cengengesan
“Buat nembak lo!” kata Lando sambil menatap Ai, Ai kaget sedikit tak percaya.
“Huh…no comment deh gue!” balas Ai sambil bermuka merah
“Ahahahaha…gak usah merah gitu donk muka lo! Lagian siapa juga yang mau sama cewe’ aneh macem lo!”
“Lando bener, siapa juga yang mau pacaran sama cewe’ seperti aku yang galak, jutek, autis, suka menang sendiri, tomboy dan sedikit gila, (dalam konotasi positive).” Pikir Ai
“Apaan sih lo! Gue juga gak mau sama lo. Tipe gue tuh yang kayak Lee Jin Ki. Yang cakep, imut, cute, keren, pinter, jago nyanyi, romantis, dan yang terpenting dia belum pernah pacaran, ditambah lagi dia itu member yang paling kaya di boy band SHINee. Ya, dia memang usil tapi dia juga sedikit gila kayak gue. Emang jodoh kali ya! Hahaha…!” cerocos Ai, Lando mengacak-acak rambut Ai
“Jadi lo suka sama Onew gara-gara dia kaya dan artist itu?” tanya Lando
“Sama sekali bukan. Bahkan gue pengennya dia itu bukan seorang artist. Kalaupun Onew orang biasa dan bukan orang kaya, gue tetep mau sama dia. Karena dia satu-satunya Namja yang bisa merebut hati gue!” jawab Ai sambil membayangkan wajah Onew
“Mimpi lo!” balas Lando sambil mengusap muka Ai
“ih…gag apa-apa donk, siapa tau kenyataan, hehehe…seandainya Onew itu orang muslim, dia udah bener-bener jadi cowo’ paling perfect yang pernah gue temui. Pengen banget rasanya ketemu sama dia!”
“kalo’ lo mau gue bisa kok nemuin lo sama Onew, bahkan sama semua member SHINee!” kata Lando menawari
“Serius lo?” tanya Ai, Lando mengangguk, “tapi, gue gak punya duit mau ke Korea. Eh…ntar deh gue nabung dulu buat beli tiketnya!”
“Nih…” kata Lando sambil memberikan tumpukan kertas pada Ai
Ai memeriksa kertas-kertas itu dan membacanya, ternyata itu adalah tiket pesawat ke Korea. Sekali lagi Ai terhenyak pada kejutan yang diberikan Lando.
“Maksud lo?” tanya Ai bingung
“Lo ikut gue ke Korea, tuh tiketnya udah ada tinggal berangkat!” jawab Lando
“Ini buat gue?” tanya Ai masih dengan tampang bingung, “sumpah ya, lo tuh pinter banget bikin gue surprise!”
“Siapa dulu donk, Orlando Demarest! Jadi mau nggak?”
“Mian…gue nggak bisa nerima ini!” kata Ai sambil mengembalikan tiket itu pada Lando
“Loh kenapa? Bukannya lo pengen banget ke Korea?” tanya Lando heran
“Ini terlalu mahal, Land. Gue aja nggak tau bisa balikin apa nggak!” jawab Ai
“Udahlah gak usah dipikirin. Ini juga gue dapet gratis dari bos gue! Sebenernya itu tiket buat gue, tapi gak apa-apalah itung-itung buat hadiah ulang Tahun lo.” balas Lando
“Jadi lo kerja juga?” tanya Ai tak percaya
“Iya, gue jadi assistant manager-nya SHINee, makanya gue berani janjiin lo bisa ketemu sama SHINee!” jelas Lando
“Sorry…gue nggak mau ngutang terlalu banyak kayak gini sama lo. Lo dateng kesini aja gue udah seneng. Dan makasih lo udah inget sama ulang Tahun gue. Sorry banget gue nggak mau!” tolak Ai sekali lagi
“Gak usah buru-buru bilang sorry, bawa aja dulu. Lo pikirin mateng-mateng, kesempatan gak dateng 2kali, Ai!” jelas Lando sambil meninggalkan ruang tamu dan tiketnya dihadapan Ai.